ryoda smile

4ndy14


YOU'RE VIEWING THE DARKEST SIDE OF ME

I'm Currently Living in A Nightmare


Previous Entry Share Next Entry
Do you really love her? Final part B
ryoda smile
4ndy14
Title  :do you really love her?
Pairing:ryoxtatsuya, ryoxueda?
Genre  :angst, romance
Rating :PG
Summary:Tatsuya loves ryo, but ryo loves...Ueda?
A/N  : for citraryo, gomen for didn't fullfil my promise. hope you'll like this update. PEACE (+_+)V



Tatsuya dan Ryo berdiri dan menunggu untuk diperkenalkan dengan lelaki yang baru datang itu.

“Tatchan, ini Yamada Shohei kun, sempai Neechan ketika SMA. Nishikido kun masih ingat dengan Shohei kun, iya kan?” Haruna memperkenalkan lelaki itu sambil tangannya tak pernah lepas dari lengan sang lelaki.

“Konbanwa Nishikido kun. Tatsuya kun, hisashiburi. Wah, kamu sudah dewasa ya sekarang, bahkan jadi idola. Saya sangat tidak menyangka, tapi saya senang kamu menjadi orang sukses.” Shohei menjabat tangan Tatsuya dengan erat dan tersenyum sangat ramah. Ryo hanya mengangguk sambil tersenyum kecil ke arah Shohei.

Tatsuya heran dengan kata-kata Shohei karena dia merasa belum pernah bertemu Shohei sebelumnya.

“Domo Yamada-san. Sumimasen, apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Tatsuya pun kembali duduk di sofa diikuti yang lainnya. Haruna dan Shohei duduk berdekatan di sebuah kursi untuk dua orang.

“Tatchan, kamu lupa ya. Waktu neechan SMA, Shohei-kun sering main ke rumah. Dan waktu itu kalian cukup akrab.” Haruna memilih menjawab pertanyaan adiknya ketimbang hanya diam menyaksikan kebingungan adiknya itu.

Tatsuya terdiam sejenak dan berusaha mengingat kejadian yang diceritakan kakaknya. Tidak berapa lama wajahnya pun berubah ceria dan tersenyum ke arah Shohei.

“Aaahh, aku ingat sekarang. Yamada-kun dulu sering membantuku mengerjakan PR, bagaiman aku bisa lupa. Maaf, Yamada kun.” Tatsuya sedikit menunduk tanda permintaan maaf.

“Sudahlah, tidak masalah.” Shohei mengibaskan tangannya lalu mengalihkan perhatiannya ke arah Ryo yang diam saja sejak tadi.

“Nishikido-kun, apa yang terjadi dengan wajahmu, kenapa bisa memar begitu?” Shohei bertanya sambil menunjuk ke wajah Ryo yang terlihat kebiruan dan agak bengkak meskipun telah diberi polesan make-up, hal itu membuat Ryo dan Tatsuya kaget dan kebingungan.

“Ee....ini....ee....tadi pagi jatuh di kamar mandi.” Ryo menjawab dengan terbata-bata sambil berusaha menutupi pipinya yang memar.

“Oh begitu. Tapi Nishikido-kun tidak apa-apa kan?” Shohei mengernyitkan dahinya mendengar penjelasan Ryo, tetapi dia tidak berusaha menanyakan lebih jauh tentang kejadian yang menyebabkan wajah Ryo menjadi memar tersebut.

“Iya tidak apa-apa kok, setelah beberapa hari pasti akan hilang bekasnya.” Ryo menjawab sambil berusaha menghindari tatapan Shohei yang tajam.

Tatsuya yang tahu pasti penyebab memarnya wajah Ryo merasa bersalah dan berusaha mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain.

“O iya Neechan, kamu belum cerita bagaimana bisa kenal dengan Nishikido kun.”

“Benar juga ya, banyak hal yang harus aku jelaskan. Tetapi sekarang bagaimana kalau kita makan dulu, nanti pembicaraannya diteruskan di meja makan. Ayo semuanya.” Haruna segera bangkit menuju ruang makan diikuti yang lainnya.

Meja makan berbentuk segi empat itu telah dipenuhi aneka makanan dan minuman, dari mulai makanan pembuka, makanan utama dan makanan penutup, termasuk beberapa macam buah segar. Haruna segera mengatur posisi duduk para tamunya sesuai kehendaknya, dia sendiri duduk berdampingan dengan Shohei dan berhadapan dengan Tatsuya, sedang Ryo duduk di samping Tatsuya dan berhadapan dengan Shohei. Tatsuya semakin heran dengan tingkah laku kakaknya, namun dia tidak dapat menolak dan hanya bisa menuruti segala kemauan Haruna.

Mereka pun mulai menikmati makanan yang tersedia dengan tenangnya, walaupun dalam hati Tatsuya sama sekali tidak bisa tenang. Ini pertama kalinya dia duduk berdampingan dengan Ryo dalam suasana makan malam bersama, jantungnya seperti tidak mau berhenti berdegup kencang.

Di lain pihak, Haruna tidak berhenti mencuri pandang ke arah Ryo dan Tatsuya sambil tersenyum melihat tingkah mereka berdua yang kikuk dan tidak berani memandang satu sama lain.

“Tatchan, kamu masih ingat kan waktu itu, aku mengundangmu makan malam di restoran untuk memperkenalkan seseorang yang istimewa. Tapi waktu itu kamu tidak datang karena sakit. Nah, malam ini aku akan perkenalkan orang yang aku ceritak sama kamu.” Haruna lalu meletakkan sendok dan garpu di tangannya lalu memandang ke arah Ryo yang sedang sibuk menikmati makanannya. Tatsuya mengikuti tatapan mata Haruna dan tenggorokannya terasa ada yang menyumbat, dia dengan susah payah berusaha menelan makanan yang dimakannya.

“Nishikido-kun, bagaimana makanannya?” Haruna bertanya sambil tetap tersenyum dengan cerahnya.

Ryo yang tidak terlalu mengikuti pembicaraan Haruna dengan Tatsuya terkejut saat namanya disebut, dia langsung menelan makanan di mulutnya kemudian menjawab pertanyaan Haruna.

“Oh...ini enak sekali, Haruna-san memang wanita yang sangat hebat.” Ryo memaksa dirinya untuk tertawa walaupun dia sangat gugup karena merasakan tatapan Tatsuya yang sangat tajam ke arahnya.

“Ah Nishikido-kun bisa saja.” Haruna tersipu malu atas pujian Ryo.

“Tatchan, orang yang sedang dekat dengan kakak adalah...” Haruna terdiam sejenak sambil melihat reaksi Tatsuya. Tatsuya yang dari tadi menatap Ryo telah mengalihkan perhatiannya kembali kepada kakaknya. Dia menunggu Haruna menyebutkan nama pacarnya.

Setelah melihat wajah Tatsuya yang pucat akhirnya Haruna tidak tega dan segera ingin mengakhiri permainan yang dibuatnya. Dia lalu meraih tangan Shohei dan menunjukkannya kepada Tatsuya.

“Shohei-kun adalah pacar kakak. Kami sudah jalan sejak tiga bulan yang lalu. Oto-san dan Oka-san juga sudah tahu, dan mereka sangat mendukung hubungan kami.” Haruna menjelaskan sambil memandang Shohei yang juga memandangnya sambil tersenyum. Binar-binar cinta begitu jelas terlihat di mata mereka berdua.

Tatsuya tidak tahu harus berkata apa setelah mendengar penjelasan dari kakaknya. Perasaannya yang semula begitu gundah seolah sedang terperangkap di tempat yang sangat gelap dan pengap dan membuatnya tidak bisa bernapas, sekarang menjadi lega dan terbebas dari segala beban. Begitu bahagianya sampai dia menjatuhkan sendok dan garpu yang digenggamnya.

Ryo yang berada di samping Tatsuya merasa heran dan khawatir dengan kondisi Tatsuya. Dia memegang pundak Tatsuya untuk menyadarkannya dari lamunannya. “Ueda, kamu tidak apa-apa? Kamu tidak suka kalau Haruna-san dan Yamada-san ngedate ya?”

Tatsuya tersentak saat Ryo memegang pundaknya, dia segera menarik napas untuk menenangkan pikirannya.

“Hah? Bukan begitu, tentu saja aku senang. Bahkan aku sangat gembira melihat neechan telah menemukan seseorang yang dicintainya dan juga mencintainya. Aku hanya terkejut saja. Iya, hanya terkejut.”

“Oh begitu. Aku kira kamu tidak setuju dengan pilihan kakakmu. Syukurlah kalau kamu juga ikut senang. Haruna-san dan Yamada-san adalah pasangan yang sangat serasi.”

“Terima kasih Nishikido-kun” Haruna dan Shohei menjawab bersamaan. Mereka sangat gembira mengetahui kalau Tatsuya menyetujui hubungan mereka.

“Tetapi, Nishikido-kun dengan Neechan ada hubungan apa? Dan, bagaimana kalian bisa kenal dan akrab seperti sekarang ini?” Tatsuya kembali mempertanyakan kedekatan Ryo dengan kakaknya. Disadarinya bahwa selama ini dia telah salah paham.

Haruna melirik Shohei dan mereka berdua tersenyum, Haruna bahkan tertawa kecil membuat Tatsuya mulai tidak sabar ingin segera mengetahui jawabannya. Di lain pihak Ryo menunduk sambil menggigit bibir, sesekali dia melirik dengan pandangan cemas ke arah Haruna.

“Nishikido-kun adalah salah satu klienku di klinik.” Haruna akhirnya memberi jawaban yang ditunggu-tunggu Tatsuya.

“Maksud Neechan, Nishikido-kun adalah pasien Neechan?”

“Tatchan, jangan gunakan istilah itu, sebut saja klien. Iya, Nishikido-kun telah sejak setengah tahun lalu rutin datang ke tempat Neechan untuk konsultasi. Makanya kami bisa akrab.”

“Tapi Haruna-san tidak pernah cerita kalau Ueda Tatsuya adalah adik Haruna-san.” Ryo yang menjadi topik pembicaraan kedua bersaudara itu memutuskan untuk turut bergabung dalam pembicaraan mereka.

“Gomen. Sebenarnya waktu di restoran itu aku ingin mempertemukan kalian berdua. Tetapi ternyata rencanaku gagal karena Tatchan tidak datang. Aku benar-benar tidak bermaksud merahasiakannya Nishikido-kun.” Haruna merapatkan kedua tangannya tanda permintaan maaf kepada Ryo.

“Tidak apa-apa, sekarang semuanya sudah jelas.” Ryo tersenyum lalu melanjutkan makannya. Yang lain pun kembali melanjutkan makan malam bersama diselingi perbincangan dan candaan yang membuat waktu terasa cepat berlalu.




Akhirnya di-update juga.......tinggal sedikit lagi.....DOAKAN SAYA PEMIRSA ^_^
----------------------------------------- G A N B A R I M A S ------------------------------------------

  • 1
eh? eh? ini multichapter yah? chapter sblmx mn?? >//<
ga nyangka ni ditulis pake b.indo, bagus bgt deh cr penyampaianx ^^v
aq hrs byk bljr ni ><
btw aq mnt no hp rara-chan ya *puppy eyes*
lanjutanx update bsk ya, ihihihi
thank you *hugs*

wanna read but i cant T_T

loh. lanjutannya manaaaaa?
lagi asik2 langsung berhenti..
huaaah...

coba di inggris kan aja dy..
thanks btw..

  • 1
?

Log in