ryoda smile

4ndy14


YOU'RE VIEWING THE DARKEST SIDE OF ME

I'm Currently Living in A Nightmare


Previous Entry Share Next Entry
Do you really love her? Final part C
ryoda smile
4ndy14
Title       :do you really love her?
Pairing   :ryoxtatsuya, ryoxueda?
Genre    :angst, romance
Rating   :PG
Summary:Tatsuya loves ryo, but ryo loves...Ueda?


Setelah makan malam mereka berempat kembali ke ruang tengah untuk berbincang-bincang sambil menikmati minuman dan kue buatan Tatsuya. Haruna dan Shohei duduk bersebelahan di kursi, sedangkan Ryo dan Tatsuya masing-masing mengambil tempat di ujung sofa. Haruna cekikikan melihat gaya mereka berdua. Persis seperti dua anak TK yg sedang bermusuhan dan tidak mau saling berbicara.

Setelah jeda beberapa saat, Shohei akhirnya berkata pada kekasihnya.

“Haru-chan, maaf aku tidak bisa lama-lama. Aku harus ke rumah sakit, teman yg harusnya jaga malam ini tiba-tiba ada urusan mendadak yg sangat penting dan memintaku untuk menggantikannya. Tidak apa-apa kan kalau aku pergi lebih dulu?”

Haruna pura-pura marah dan cemberut mendengar penjelasan pacarnya, tapi setelah melihat wajah Shohei yg memandangnya penuh cinta, dia pun tersenyum dan mengangguk.

“Baiklah aku paham, dengan profesimu aku harus rela jika sewaktu-waktu kamu harus meninggalkan ku sendiri. Tapi janji kamu harus selalu hati-hati ya.”

“Um, tentu saja. Kalau begitu aku pergi dulu agar tidak terlambat.” Shohei bangkit lalu meletakkan gelasnya di meja, setelah itu dia berbalik memegang pundak Haruna yg juga sudah berdiri dan mencium keningnya. Shohei pun meninggalkan apartemen Haruna setelah berpamitan dengan Ryo dan Tatsuya.
Setelah kepergian Shohei, suasana menjadi hening. Ryo dan Tatsuya masih enggan untuk memulai percakapan, Haruna yg mulai bosan dengan tingkah mereka berdua akhirnya menyarankan untuk pindah ke teras untuk menikmati pemandangan. Namun dia segera mencari alasan untuk meninggalkan mereka berdua.

“Tat-chan, Nishikido-kun, kalian berbincang-bincanglah disini, aku ke dapur dulu untuk bersih-bersih. Nishikido-kun kalau kamu butuh sesuatu bilang saja sama Tatsuya.”

Tatsuya langsung panik ketika mengetahui kakaknya akan meninggalkan dia berdua saja dengan Ryo. “Neechan tunggu, sebaiknya kita berbincang bersama, setelah ini aku akan membantu mu membereskan dapur.”

“Tatchan kamu ini bagaimana sih, kamu kan sudah kenal lama dengan Nishikido-kun, pasti banyak hal yg bisa kalian bicarakan. Kalau aku ada disini, nanti hanya akan mengganggu kalian. Nah, kalian berdua silahkan lanjutkan pembicaraannya ya.”

Setelah berkata begitu Haruna tanpa menunggu jawaban dari adiknya segera meninggalkan teras. Tapi sebelum menutup pintu teras dia berbalik ke arah Tatsuya dan mengedipkan sebelah matanya sambil cengar-cengir. Wajah Tatsuya langsung merah padam setelah mengerti maksud Haruna yg sebenarnya. Sedangkan Ryo dari tadi hanya menunduk dan tidak melihat kedipan mata Haruna tersebut.

Sepeninggal Haruna suasana di teras menjadi sangat tidak nyaman bagi kedua idola tersebut. Masing-masing sibuk memutar otak untuk memilih bahan percakapan yg paling tepat. Akhirnya setelah beberapa menit terdiam, tiba-tiba saja Ryo tertawa terbahak-bahak. Tatsuya  menatapnya dengan kebingungan.

“Eee, Nishikido apa yang kamu tertawakan?”

Ryo pun mulai berusaha menguasai diri dan menghentikan tertawanya. “aah gomen, tapi kamu lucu sekali Ueda.”

“Hah? Apa maksudmu?” Tatsuya tidak mengerti maksud perkataan Ryo.

“hehehe, kenapa kamu bisa berpikir kalau aku berpacaran dengan Haruna-san?”

Mendengar hal itu Tatsuya langsung teringat kata-katanya sewaktu mereka masih di ruang tamu sebelum makan malam. Dia pun tertunduk malu dengan wajah memerah dan tidak berani menatap Ryo.

“Itu, eee...aku....eee..” ‘Aduh bagaimana ini, aku betul-betul malu karena sudah salah paham sama Ryo dan Neechan.’ Tatsuya jadi gugup dan tidak tahu bagaimana harus menjelaskan kepada Ryo tentang kesalahpahamannya.

Ryo kembali tertawa kecil melihat Tatsuya yg grogi dan tergagap.

“Pertama yang mau kutanyakan, bagaimana kamu tahu kalau aku dan Haruna-san saling mengenal, dan sejak kapan kamu mengira kami berpacaran?”

Tatsuya menatap wajah Ryo sejenak lalu kembali menundukkan kepala.

“Sebenarnya waktu acara makan malam di restoran itu, aku datang.”

Senyum geli langsung menghilang dari wajah Ryo, dia menatap Tatsuya dengan wajah serius dan penuh keingintahuan. Dia menunggu Tatsuya melanjutkan ceritanya.

“Neechan segaja mengatur acara makan malam itu untuk memperkenalkan aku dengan pacarnya. Sebelumnya Neechan tidak pernah seserius itu. Aku pun jadi penasaran seperti apa laki-laki yang dicintai Neechan. Ketika aku datang di restoran, aku melihat Neechan duduk bersama seorang laki-laki. Aku tidak melihat ada orang lain bersama mereka, jadi aku memastikan bahwa laki-laki itu adalah pacar Neechan. Tapi aku sangat terkejut setelah mengetahui bahwa laki-laki itu kamu. Akupun langsung meninggalkan restoran dan bilang sama Neechan kalau aku tidak bisa datang karena tidak enak badan.”

“Jadi itu sebabnya kamu bertingkah aneh. Teman-teman di Jimusho sering membicarakan mu, mereka bilang kamu sering uring-uringan dan marah-marah tidak jelas. Karena kamu membenciku makanya kamu tidak ingin aku bersama kakakmu.”

Ryo tertunduk dengan wajah sedih. Dia merasa terluka karena Tatsuya sangat tidak menyukai dirinya. Walaupun sebenarnya dari awal memang dia yg salah karena sering mengolok-olok dan mempermalukan Tatsuya, namun semua itu dia lakukan untuk menutupi perasaannya yang sesungguhnya. Setiap kali dia berhadapan dengan Tatsuya dia jadi panik dan grogi, tanpa sadar mulutnya mengucapkan kata-kata yg sebenarnya dia tidak bermaksud mengucapkannya.

Tatsuya terkejut dengan kata-kata Ryo, dia menatap Ryo dalam-dalam dan kemudian menyadari bahwa Ryo telah salah paham.

Ryo menghela napas panjang lalu bangkit dan berjalan ke arah pembatas teras dan berpegangan pada terali besi. Dia menengadahkan wajahnya ke langit memandang jutaan bintang kerlap-kerlip di atas sana. Setelah terdiam sejenak dia kembali berkata dengan nada sedih.

“Aku tahu selama ini selalu jahat sama kamu, mengolok-olok dan bahkan mempermalukan kamu. Aku tidak pantas mendapatkan maaf darimu.”

Suara Ryo semakin serak dan dia mulai terisak-isak menahan kesedihannya.

“Mulai sekarang aku janji tidak akan mengganggumu lagi. Aku akan berusaha untuk tidak menampakkan wajah di hadapan mu.”

Setelah berkata begitu Ryo berbalik menghadap Tatsuya dan membungkuk.

“Hontoni gomennasai.”

Tatsuya yg sejak tadi hanya mendengar perkataan Ryo tidak bisa menahan air matanya. Dia pun berlari dan memeluk Ryo sambil menangis. Ryo dengan spontan membalas pelukan Tatsuya dengan erat. Dia memejamkan mata sambil membenamkan wajahnya di bahu Tatsuya.

“Ryo, jangan katakan itu lagi. Kumohon jangan katakan kau tidak akan menemuiku lagi. Aku tidak mau kehilanganmu.”

Tatsuya terus menangis dan memeluk Ryo dengan erat seakan-akan Ryo akan menghilang bila dia melepaskan pelukannya.

Ryo pelan-pelan menarik kepalanya dan mendorong sedikiti tubuh Tatsuya agar dia bisa melihat wajahnya. Dia menatap mata Tatsuya yg penuh air mata. Dan dia pun melihat perasaan yg terpancar dari mata tersebut. Perasaan yg sama dengan yg dia miliki selama ini. Tapi dia ingin memastikannya dan ingin mendengarnya langsung dari Tatsuya sendiri.

“Aku kira kau membenciku, makanya kamu tidak ingin aku bersama kakakmu.”

Tatsuya menggelengkan kepalanya dan tertunduk. Kedua tangannya memegang erat ujung baju Ryo.

“Aku tidak ingin kamu bersama Neechan bukan karena aku membencimu. Tapi...”

Tatsuya tidak berani menatap wajah Ryo, diapun menyembunyikan wajahnya di dada Ryo.

“Tapi..?”

Denyut jantung Ryo menjadi sangat cepat dan dia yakin Tatsuya bisa mendengarnya. Dadanya bergemuruh dan dia bisa menebak jawaban yg akan diberikan Tatsuya. Kedua tangannya terasa dingin dan tanpa sadar dia membelai rambut Tatsuya.

“Tapi..karena aku ingin kamu bersamaku, bukan dengan neechan.”

Tatsuya akhirnya menjawab dengan suara kecil, tapi Ryo bisa mendengarnya dengan jelas. Dia pun melepaskan napas lega, senyum lebar pun menghiasi wajahnya yg tampan.

“Tatsuya...”

Pelan-pelan Tatsuya mengangkat wajahnya dan menatap Ryo. Ketika melihat tatapan Ryo yg penuh cinta diapun kembali meneteskan air matanya dan tersenyum. Ryo segera menghapus air mata itu dengan ibu jarinya kemudian mencium kening Tatsuya lalu berbisik di telinga kekasihnya itu.

“Aku berharap mulai sekarang tidak ada lagi salah paham di antara kita.”

Tatsuya pun tersenyum lebar lalu memeluk Ryo dengan erat.

Di belakang pintu, seorang gadis cantik melihat adegan tersebut sambil tersenyum. Pelan-pelan dia meninggalkan tempat itu menuju dapur untuk melanjutkan pekerjaannya yg sempat tertunda.

Kita kembali kepada pasangan kekasih Ryoda yang masih berada di teras, kali ini mereka berdua duduk di kursi sambil memandang langit. Tangan kanan Ryo memeluk bahu Tatsuya, sedangkan tangan kiri Tatsuya memeluk pinggang Ryo. Kepalanya disandarkan di dada Ryo.

“Ryo, boleh aku bertanya?”

“Tanya tentang apa sayang?”

Tatsuya tersipu malu mendengar Ryo menyebutnya dengan sayang. Dia menggigit bibir lalu berkata, “Sudah berapa lama kamu jadi klien Neechan? Dan kenapa kamu harus konsultasi dengan Neechan? Maaf aku cuma penasaran saja”

Ryo terdiam sejenak lalu menjawab, “Ada beberapa masalah yg tidak bisa aku bicarakan dengan keluarga, sahabat ataupun teman satu band ku. Makanya aku mencari bantuan psikolog, hanya sekedar untuk mendengarkan curahan hatiku. Salah satu teman SMA merekomendasikan Haruna-san, makanya aku jadi klien kakakmu.”

“Ooh..” Tatsuya mendengar cerita Ryo sambil memainkan kancing baju Ryo. Dia sebenarnya masih penasaran dan ingin bertanya tentang masalah apa saja yg dibicarakan Ryo dengan kakanya, tapi kemudian dia sadar bahwa itu pastilah sesuatu yg sangat rahasia sehingga Ryo tdk mau membicarakannya dengan keluarga ataupun sahabatnya.

“Tapi sepertinya mulai sekarang aku tidak perlu lagi datang ke Haruna-san untuk konsultasi.”

Tatsuya mengangkat kepalanya dan menatap Ryo dengan penasaran.

“Memangnya kenapa?”

Ryo membalas tatapan Tatsuya lalu tersenyum, dia menarik kepala kekasihnya agar kembali bersandar di dadanya.

“Karena masalahku sudah terselesaikan. Orang yg kucintai sekarang sudah menjadi milikku.”

Tatsuya melepaskan kepalanya dari pegangan Ryo dan kembali menatap Ryo dengan tajam.

“Maksudmu, selama ini kamu berkonsultasi dengan Neechan tentang perasaanmu padaku?”

Ryo pun tertunduk malu, lalu pelan-pelan manganggukkan kepalanya.

Tatsuya tertawa terpingkal-pingkal setelah menyadari bahwa selama ini dirinya dan Ryo sungguh sangat bodoh karena berusaha memendam perasaan masing-masing dan menyebabkan mereka berdua menderita.

“Oi, jangan menertawakan ku.” Ryo memarahi Tatsuya yg terus saja tertawa sambil memegang perutnya.

“Kalau kamu terus tertawa begitu aku pulang saja.” Ryo melipat tangan di dadanya sambil cemberut.

Melihat reaksi Ryo tersebut Tatsuya jadi gemas dan mencubit pipi Ryo.

“Baka, kalau saja kamu berani menyatakan perasaanmu kita tidak akan menderita begini.”

Ryo menggosok pipinya sambil tertunduk. “Gomen, tapi aku takut kamu menolakku, makanya aku tidak berani jujur.”

Tatsuya lalu memeluk kekasihnya itu dan mencium pipinya.

“Iiyo, yg terpenting sekarang kita sudah tahu perasaan masing-masing dan sudah bersatu.”

Ryo membalas pelukan Tatsuya dan membelai rambut kekasihnya.

“Aku akan selalu bersamamu Tatsuya, aku janji tidak akan menyakitimu lagi.”

Malam itu sepasang kekasih tersebut sibuk memadu kasih di apartemen Haruna hingga tengah malam. Barulah setelah Haruna menegur mereka akhirnya Ryo pamit dan berjanji akan menjemput Tatsuya besoknya untuk sama-sama ke Jimusho.




A/N: YATTAAAA..... akhirnya selesai juga....setelah lebih 2 tahun, baru bisa menyempatkan diri menyelesaikan M-Chap ini.
Pengen banget nulis ulang cerita ini dalam bahasa Inggris, tp kesempatan gak ada. Lagian, udah lama gak nulis English Fic, udah lupa caranya, hihihi......^_^

  • 1

I Wanna Read This Fic,can U Translate In English?


  • 1
?

Log in